Aspekaspek penting dalam perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar adalah: 1. Ide dan Peluang Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar Seorang wirausahawan harus dapat memanfaatkan peluang usaha secara sistematis dimulai dari analisis sumber-sumber peluang usaha secara luas.
omPH. Teknik Menentukan Lokasi dan Layout Usaha – Lokasi usaha adalah tempat untuk menjalankan kegiatan usaha, yang berfungsi sebagai tempat perencanaan, mengambil keputusan, pengendalian, proses produksi, penjualan, atau sebagai tempat penyimpanan. Lokasi yang tepat menjadi salah satu faktor keberhasilan sebuah usaha. Berikut keuntungan memiliki atau mendapatkan lokasi yang tepat sebagai tempat usaha. Pelayanan yang diberikan kepada konsumen dapat menjadi lebih memuaskan;Lebih mudah dalam memperoleh tenaga kerja yang diinginkan baik jumlah maupun kualifikasi;Menjadi lebih mudah dalam memperoleh bahan baku atau bahan penolong dalam jumlah yang diinginkan secara terus menerus;Lebih mudah untuk memperluas lokasi usaha karena biasanya sudah diperhitungkan untuk usaha perluasan lokasi sewaktu-waktu;Memiliki nilai atau harga ekonomi yang jauh lebih tinggi di masa yang akan datang;Meminimalkan kemungkinan terjadinya konflik terutama dengan masyarakat dan pemerintah setempat. Pertimbangan Menentukan Lokasi Dalam menentukan lokasi usaha, ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan. Apakah lokasi sudah sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan;Lokasi dekat konsumen atau pasar;Lokasi usaha dekat dengan bahan baku;Ketersediaan tenaga kerja di sekitar lokasi usaha;Sarana dan prasarana transportasi, listrik, dan air;Lokasi usaha dekat dengan pusat pemerintahan;Lokasi usaha dekat dengan lembaga keuangan;Berada di kawasan industri;Kemudahan untuk melakukan ekspansi atau perluasan;Kondisi adat istiadat, budaya, dan sikap masyarakat setempat;Hukum yang berlaku di wilayah setempat;Serta pertimbangan lainnya. Pertimbangan Menentukan Layout Tata Letak Tidak berbeda dengan lokasi, menentukan layout atau tata-letak yang baik juga menjadi salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan sebuah usaha. Berikut beberapa pertimbangan dalam menentukan layout. Kapasitas dan tempat yang dibutuhkan;Peralatan untuk menangani material atau bahan;Lingkungan dan estetika;Arus informasi;Biaya perpindahan antara tempat kerja yang berbeda. Pentingnya Desain Layout Desain layout yang tepat merupakan salah satu keputusan yang menentukan efisiensi operasi perusahaan dalam jangka panjang. Adapun tujuan dari penyusunan tata-letak yang efektif dapat membantu perusahaan dalam mencapai Pemanfaatan yang lebih besar atas ruangan, peralatan, serta manusia;Penggunaan tenaga kerja yang minimum;Aliran atau arus informasi, bahan baku, produk jadi dan manusia yang lebih baik juga lancar;Kebutuhan persediaan yang rendah;Pemakaian ruangan yang efisien;Ruang gerak yang cukup atau leluasa untuk operasional maupun pemeliharaan;Biaya produksi dan investasi modal yang rendah;Fleksibilitas yang cukup untuk menghadapi perubahan;Suasana kerja yang baik dan peningkatan moral karyawan;Lebih memudahkan konsumen;Kondisi kerja yang aman atau tingkat keselamatan kerja yang tinggi. Adapun faktor-faktor yang sebaiknya diperhatikan dalam merencanakan tata tetak layout, adalah sebagai berikut Tempatkan pusat-pusat kerja saling berdekatan, kurangi menempatkan barang sementara;Buat tanda pada lantai untuk menandai letak atau posisi material dan tahapan kerja;Upayakan untuk pengurangan dalam jumlah dan ukuran penyimpan sementara;Otomatiskan pengaturan material handling, sehingga pola pemindahan yang tetap dan siklus pengiriman yang baik;Pemakaian mesin kecil yang lebih banyak jauh lebih baik daripada mesin besar yang sedikit;Jika mungkin tempatkan robot-robot, khususnya untuk pekerjaan yang berulang-ulang. Keputusan tentang tata letak atau layout mencakup penempatan yang terbaik dari mesin-mesin dalam setting produksi, kantor, meja-meja dalam setting kantor, atau pusat pelayanan rumah sakit, departement store. Jenis-jenis Layout Tata Letak Posisi Tetap Fixed Position Layout Dipilih jika ukuran, bentuk atau karakteristik lain menyebabkan produknya tidak mungkin atau sulit untuk dipindahkan. Umumnya hal ini terjadi pada proyek-proyek besar dan sangat memakan tempat, seperti kapal, gedung, jembatan. Tata Letak Produk Product Layout Dipilih jika proses produksinya telah distandardisasikan dan berproduksi dalam jumlah yang besar namun memiliki variasi yang sedikit, dimana setiap produk akan melalui tahapan operasi yang sama sejak dari awal sampai akhir. Terdapat dua versi, pertama lini fabrikasi membuat komponen, seperti ban mobil atau suku cadang dari logam untuk kulkas pada serangkaian mesin. Kedua, lini perakitan menempatkan suku cadang di serangkaian stasiun kerja. Tata Letak Proses Process Layout Dapat secara bersamaan menangani beragam barang dan jasa penyusunan tata letak di mana alat yang sejenis atau yang mempunyai fungsi sama ditempatkan dalam bagian yang sama tata letak fungsional. Juga menyangkut produksi yang jumlah produknya kecil namun banyak variasinya produksi terputus, contoh rumah sakit, universitas. Tata Letak Kantor Office Layout Menempatkan pekerja dan perlengkapannya, serta ruang kantor agar informasi dan komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Tata Letak Retail Retailer Layout Mengalokasikan tempat untuk penempatan rak-rak dan memberikan tanggapan pada perilaku konsumen. Toko eceran mencoba memajang produknya sebanyak mungkin agar menarik perhatian konsumen. Tata Letak Gudang Menemukan paduan yang optimal antara biaya penanganan barang atau bahan baku material handling dan ruang gudang. Demikian sedikit pembahasan tentang teknik menentukan lokasi usaha dan layout, semoga bermanfaat. Baca juga Peran Customer Service dalam Perusahaan, Apakah Penting?Kewirausahaan Menilai Kebutuhan Usaha Navigasi pos
Minggu, 2 Oktober 2016 0300 WIB 3 Aspek Penting Saat Mendesain - Kegiatan mendesain bukan sekadar proses menata. Hal ini sama sekali bukan hal yang mudah karena menyangkut beberapa aspek yang dapat memengaruhi hasilnya. Tata sirkulasi udara dan cahaya, sirkulasi manusia untuk kelancara aktivitasnya, tataletak furnitur, hingga kebutuhan dihadirkannya karakter untuk "menghidupkan" ruang dan memberi kenyamanan pada penghuninya, adalah hal-hal yang menentukan saat mendesain. Untuk keberhasilan sebuah desain setidaknya 3 aspek ini harus Arsitektural Interior Aspek yang terkait dengan perencanaan ruang dan proporsional, ini menyangkut efektivitas tataruang, tataletak perabot, dan pemanfaatan kondisi arsitektural interiornya. Hal-hal inilah yang wajib dipertimbangkan bagaimana proporsi setiap benda yang dimasukkan dalam tiap ruang, sehingga setiap benda yang ada di situ memang pada tempatnya, sesuai peran, dan ukuran yang pantas? Bagaimana tataletak elektrikal yang memang tepat sesuai dengan posisi dan fungsi ruang? Bagaimana bentuk plafon, posisi bukaan pintu & jendela yang efisien?2. Estetika - Fungsional Aspek penting saat mendesain selanjutnya adalah memperhatikan estetika dan juga fungsinya. Pemenuhan fungsi memang yang utama, namun estetika ruang akan menjadi kebutuhan tambahan, sehingga saat berada di suatu ruang, pengguna bisa merasa nyaman. Di sini dibutuhkan kemampuan memadukan warna, harmonisasi ukuran, dan peran setiap barang yang diletakkan. 3. Finishing Touch/ Karakterisasi Identitas Ini adalah "pembubuhan tanda tangan" pemilik, membuat tempat tinggal penghuni memang dibuat sesuai kebutuhan dan karakter keluarga mereka. Hal ini tentang perpaduan kebutuhan pasangan pemilik rumah, anak-anak, atau family member lainnya, sehingga tempat tinggal itu menjadi tempat yang tak membosankan dan membuat betah, dan memberikan kualitas kebutuhan papan yang bagaimana iDEA Lovers? Yuk, mulai mendesain dengan memperhatikan aspek pentingnya!Foto Joe Endhy PesuarissaProperti Johanna Ernawati, Bogor Menurut saya APP merupakan studi untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengaplikasikan berbagai aspek-aspek dalam merancang suatu pabrik, sehingga kelak suatu pabrik dapat berjalan dengan semestinya, dapat mengendalikan profitabilitas dan investasi, serta dapat memuaskan kebutuhan aspek-aspek tersebut secara umum meliputi 1. Aspek pasar/pemasaran2. Aspek teknis dan teknologi3. Aspek SDM4. Aspek manajemen5. Aspek lingkunganASPEK PEMASARAN-Secara umum, pasar Dari segi penjual merupakan sekumpulan pembeli yang potensial dan segi pembeli merupakan sekumpulan penjual yang menawarkan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pasar merupakan sekumpulan penjual dan pembeli yang potensial dan saling berinteraksi, serta adanya persaingan , demi tujuan pasar merupakan prioritas utama dalam merancang pabrik, kenapa ? Karena pasar merupakan tujuan utama suatu organisasi tersebut didirikan, yaitu memenuhi kebutuhan customer. Oleh karena itu, pasar sangat penting. Dalam menganalisis suatu pasar, kita perlu mengetahui beberapa metode, antara lain Segmentasi memilih pasar sasaran, mencari peluang, identifikasi pesaing, dll. Yang bertujuan memberikan pelayanan yang Targeting memilih, menyeleksi, dan menjangkau Positioning strategi komunikasi agar produk/merek/nama mengandung arti tertentu dan mencerminkan keungggulan terhadap produk/merek/nama/ SWOT analisis mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan TEKNIS DAN TEKNOLOGIPada aspek ini, faktor-faktor yang harus diperhatiakan, Yaitu meliputi Pemilihan dan Perencanaan Produk yang akan diproduksi menghasilkan prototype produk yang mampu melalui tahap industrialisasi & komersialisasi. Kebutuhan konsumen digambarkan dalam profil kebutuhan yang akan diterjemahkan dalam bentuk produk dengan spesifikasi Kapasitas produksi usaha perusahaan untuk mengatasi fluktuasi permintaan agar dapat berproduksi pada jumlah yang diinginkan pabrik menentukan lokasi yang tepat dengan menggunakan berbagai macam metode, seperti analisa pusat gravitasi, analisa transportasi, teknologi meliputi proses dan fasilitas produksi yang digunakan, agar lebih efektif dan SDMSecara umum, aspek sumber daya manusia meliputi tenaga kerja. Dalam hal ini, personil yang dibutuhkan untuk proyek, sesuai dengan pertimbangan pada berbagai tingkat manajemen, produksi, dan aktivitas-aktivitas lain yang seharusnya dinilai secara bersamaan dengan kebutuhan pelatihan pada berbagai level dan pada tingkatan yang berbeda dari suatu yang berpengaruh dalam perencanaan tenaga kerja, meliputi 1. Aspek kuantitas banyaknya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan2. Aspek kualitas tingkat keterampilan yang dibutuhkan untuk setiap spesifikasi tenaga kerja3. Aspek fisik dan phisico4. skillASPEK MANAJEMENFaktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam aspek manajemen meliputi badan usaha persero, partnership firma, CV, PT, organisasi Yaitu spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan di dalam suatu organisasi dan cara-cara mengaitkan suatu pekerjaan dengan lainnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah , Bagan organisasi, rantai komando, kerja perencanaan manajemen rencana trategis, visi dan misi, tujuan, sasaran, rencana taktis, rencana operasional, perencana an kontingensi, manajemen implementasi, dan controling keterampilan teknis, keterampilan hubungan manusia, keterampilan konseptual, keterampilan mengambil keputusan, keterampilan mengelola KEUANGANFaktor-faktor yang mempengaruhi adalah Jumlah dana yang dibutuhkanStruktur pembiayaan sumberPemilihan investasi Beli / Sewa / KerjasamaIRR, NPV, Payback Period vs Interest RateFaktor-faktor yang berhubungan, meliputi Yuridis formalSistem birokrasiIklim politikSitusai perekonomianSistem nilaiLingkungan hidupPerkembangan teknologiSituasi persaingan bisnis Hkdjddbhjzjzknxkkxjdjxjdjdjdjdhgdhdjnxnxnxbxbx Bagaimana cara menentukan kualitas bahan pangan yang baik dan buruk berikan promosi untuk menaikan omzet penjualan pada usaha batik mengapa seorang wirausahawan harus bijaksana dalam menetapkan harga, apa tujuannya? apa perbedaan kompor minyak tanah dengan kompor gas elpiji dan tuliskan masing masing kelebihan dan kekurangan nya tolong dong kak, bagian ungkapan perasaan nya aja, sayurnya sayur untuk bakwan salah satu hal penting yang perlu di pertimbangkan dalam usaha budidaya ikan hias adalah unsur-unsur yang terkandung dalam perencana … an produksi dan jelaskan sebab unsur-unsur tersebut sangat penting untuk di pertimbangkan apa perbedaan kompor minyak tanah dengan kompor gas elpiji dan tuliskan masing masing kelebihan dan kekurangan nya makanan basah kucing ditaruh di botol aqua yang dipotong apa bisa dimakan kucing? Tuliskan profil usaha grafika di indonesia produk produk nya beserta harga, latar belakang dll 15 4. Pekerjaan berdiri sedapat mungkin dirubah menjadi pekerjaan duduk . Jika tidak mungkin kepada pekerja diberi tempat dan kesempatan untuk duduk. Perancangan Dalam suatu pekerjaan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pekerjaan tersebut. Faktor-faktor penting tersebut terdiri dari manusia, mesin, material, metode, dan manajemen. Diantara faktor-faktor tersebut manusia merupakan faktor paling penting karena manusia berperan sebagai perencana, perancang, dan pengendali serta pengevaluasi dari seluruh jalannya proses. Oleh karena itu faktor manusia harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya agar suatu proses dapat berjalan dengan lancar. Perancangan Produk Dalam perancangan produk ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan, diantaranya 1. Pertimbangan fungsional Menganalisis dan memproyeksikan setiap pemecahan masalah produk industri ke arah tepat guna sehingga dapat bermanfaat bagi pemakainya. 2. Pertimbangan teknis Menganalisis dan memperhitungkan setiap kegiatan perencanaan kearah pertimbangan kekuatan, kepresisian, pemanfaatan teknologi yang tepat, Eva Suryani Rancang Ulang Operasi Pembuatan Sewing bag Di Pabrik kantong PT. Semen Padang, 2008. USU e-Repository © 2008 16 pemilihan material, spesifikasi teknis, standar komponen, dan lain-lain yang berhubungan dengan asumsi perencanaan. 3. Pertimbangan ergonomi Menganalisa dan mengadakan penyesuaian-penyesuaian ke arah standar antropometri untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja, kenyamanan, keamanan, dan kesehatan. Prinsip-prinsip Dasar Perancangan Tujuan dasar dari proses perancangan adalah untuk menciptakan sesuatu, bisa berupa produk ataupun peralatan kerja, fungsinya dikehendaki untuk meningkatkan kesejahteraan manusia maupun untuk menambah kemampuan kerja manusia. Melalui proses perancangan produk semua faktor yang berkaitan dengan karakteristik manusia berupa kelebihan, kekurangan ataupun keterbatasannya akan diperhatikan secara seksama. Ada 2 prinsip perancangan, yaitu 1. Seorang perancang produk harus menyadari benar bahwa faktor manusia akan menjadi kunci sukses operasional sebuah produk dalam sebuah rancangan sistem kerja manusia dan mesin. 2. Seorang perancang produk juga harus menyadari bahwa setiap produk akan memerlukan informasi-informasi detail dari semua faktor yang terkait dalam setiap proses perancangan. Kelebihan dan keterbatasan manusia sangat perlu diperhatikan. Eva Suryani Rancang Ulang Operasi Pembuatan Sewing bag Di Pabrik kantong PT. Semen Padang, 2008. USU e-Repository © 2008 17 Aspek-aspek dalam Perancangan Dalam perancangan produk ada beberapa aspek yang diperhatikan oleh seorang perancang yang berkaitan dengan faktor manusia, yaitu 1. Aspek Anatomi a. Antropometri b. Biomekanik aplikasi sumber daya dari model biologi manusia dengan menggunakan ilmu mekanika 2. Aspek Fisiologi a. Fisiologi kerja pendayagunaan energi, fungsi, dan koordinasi organ tubuh b. Fisiologi Lingkungan dampak lingkungan fisik terhadap fungsi kerja organ 3. Aspek Psikologi a. Psikologi keterampilan proses informasi dan pembuatan keputusan b. Psikologi kerja pelatihan upaya perbedaan individual Anthropometri
Dalam berbisnis, lokasi menjadi faktor terpenting. Pasalnya, hal ini juga menjadi penentu keuntungan yang didapat nantinya, selain faktor pemasaran dan produk. Semakin strategis lokasi bisnis yang Anda pilih, maka keuntungan pun bisa semakin tinggi. Berbeda jika lokasinya berada di tempat yang tidak strategis, bisa jadi kerugianlah yang akan Anda dapat. Seperti yang dikatakan oleh Richard Branson, yaitu “Kesempatan bisnis itu seperti bus; selalu ada bus lain yang akan menyusul.” Salah memilih tempat usaha, maka kemungkinan kompetitor lain akan menyusul dan mengalahkan Anda. Tentunya Anda tidak mau, kan? Jadi, mulailah memilih tempat usaha yang strategis dengan enam pertimbangan berikut 1. Perhatikan Kepadatan Penduduk dan Tingkat Keramaian Sekitar Tempat Usaha Lokasi dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi dan keramaian yang padat menjadi faktor utama dalam memilih lokasi. Tempat usaha yang strategis tentu dibarengi dengan banyaknya orang yang tinggal di sekitar lokasi. Hal ini, akan membawa keuntungan pada bisnis. Pertama, orang kenal apa yang menjadi produk usaha Anda. Semakin banyak orang tahu, semakin tinggi pula hasil penjualan yang didapat. Kedua, dengan lokasi bisnis ada di tempat berpenduduk banyak, maka bisa dipastikan akses untuk menuju lokasi pun mudah. Ketiga, pembeli mudah percaya dengan bisnis yang lokasinya gampang dijangkau ketika mau dikunjungi. 2. Amati Usaha-Usaha yang Mendukung di Sekitar Lokasi Apa pun usahanya, tentu harus mempertimbangkan hal ini. Usaha-usaha lain yang mendukung bisa menyangkut warung makan atau toko kelontong penyedia kebutuhan kecil. Anda tidak mau kan, kelaparan sepanjang hari hanya karena di sekitar lokasi usaha tidak terdapat warung makan? Sekalinya ada, jauh sekali. Cek usaha apa saja yang ada di sekitar lokasi. Minimal, ada satu warung makan atau toko kelontong. Jadi, jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan sesuatu, tinggal berjalan kaki untuk membelinya. Hal tersebut dapat memberi keuntungan jika bisnis yang digeluti ada di bidang properti seperti rumah kost. Sudah pasti, adanya warung makan dan toko kelontong yang dekat lokasi menjadi pertimbangan pertama calon pembeli sebelum lanjut ke transaksi. 3. Pilihlah Tempat Usaha yang Strategis dengan Kompetitor Rendah Semakin sedikit kompetitor di area lokasi, semakin menguntungkan, bukan? Jadi, pilihlah lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah, atau justru belum ada sama sekali. Tentu lebih menguntungkan jika Anda yang pertama kali memulai bisnis di tempat tersebut. Strategi ketiga ini berhubungan dengan kejelian Anda mengamati keadaan sekitar. Semakin jeli dan kreatif, maka Anda akan menemukan tempat usaha yang strategis dengan tingkat kompetisi rendah. Pasalnya, usaha yang tengah Anda bangun adalah sesuatu yang di luar pemikiran orang-orang. 4. Sesuaikan dengan Bujet Menurut Henry Ford, “Bisnis yang hanya tentang uang adalah bisnis yang jelek.” Memang benar adanya. Jika Anda hanya mengejar keuntungan tinggi dan angan-angan akan mendapat hasil banyak dengan memilih lokasi usaha di pinggir jalan, tanpa memperhitungkan faktor keuangan, sudah pasti bisnis tidak akan berkembang. Bukannya jalan, yang ada malah berhenti. Karena apa? Tidak ada bujet yang cukup untuk membeli atau menyewa bangunan tersebut. Sesuaikan dengan porsi yang tepat. Yang terpenting adalah bagaimana Anda merencanakan bujet yang sesuai dengan kemampuan Anda. Berbicara soal lokasi usaha, memang semakin strategis lokasinya harganya bisa semakin tinggi. Untuk itu, atasi solusi bisnis tanpa batas bersama Pegadaian lewat program Gadai Bisnis untuk keperluan ekspansi dan peluang bisnis sampai dengan modal usaha. Sebagai fitur perluasan Kredit Cepat dan Aman, Gadai Bisnis menawarkan pendanaan bisnis dengan proses yang mudah, cepat, dan aman. Anda bisa mendapatkan pinjaman mulai dari 100 juta rupiah dengan menyerahkan barang jaminan berupa emas perhiasan dan emas batangan/lantakan. Gadai pun bisa diulang dan dicicil dengan plafon uang pinjaman sebesar 86,5% dari nilai taksiran barang jaminan. 5. Cari yang Dekat dengan Target Pasar Tidak mungkin jika target pasar adalah pekerja kantoran yang mencari kos, tetapi lokasi bisnis ada di wilayah pinggir yang jauh dari area perkantoran? Jadi, tentukan sasaran penjualan terlebih dahulu sebelum memilih lokasi. Pilih lokasi yang dekat target, jika ingin bisnis sukses. 6. Cek Prosedur Perizinan Bisnis di Lokasi Usaha Berada Sebelum memutuskan, alangkah baiknya Anda cek dulu bagaimana perizinan bisnis di lokasi yang ingin ditempati. Jika susah, lebih baik tinggalkan. Cari lokasi lain. Pasalnya, perizinan yang rumit dan terkesan mempersulit hanya akan menghambat bisnis. Tentu Anda tidak mau kan, usaha sudah berjalan tapi perizinan belum beres? Akibatnya, Anda tidak akan bisa mengikuti proyek besar milik pemerintah jika hal itu terjadi. Bukannya untung, rugilah yang akan didapat. Nah, demikianlah ulasan singkat mengenai enam hal yang bisa jadi pertimbangan untuk memilih tempat usaha yang strategis. Semoga bermanfaat.
Strategi memilih lokasi usaha yang strategis merupakan hal yang perlu diperhatikan sebelum membuka usaha. Dalam strategi pemasaran, adanya pemilihan lokasi usaha ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran dari sebuah usaha. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha. Begitu juga sebaliknya, jika lokasi usaha yang dipilih tidak strategis maka penjualan pun juga tidak akan terlalu bagus. Untuk itu sebelum Anda memulai sebuah bisnis atau usaha, pilih terlebih dahulu tempat usaha yang paling tepat untuk pemasaran usaha Anda, lakukan riset dan bandingkan beberapa pilihan tempat sebelum akhirnya Anda menentukan lokasi yang paling strategis bagi usaha Anda. Berikut beberapa faktor yang sebaiknya Anda perhatikan, sebagai bahan pertimbangan strategi memilih lokasi usaha yang strategis sangat mempengaruhi keberhasilan akan produk yang anda tawarkan. Namun mencari lokasi usaha yang strategis pun bukan hal yang mudah. Bahkan budget yang dikeluarkan bisa dikatakan tidak sedikit. Strategi memilih lokasi usaha yang strategis pun tidak semata-mata melihat lokasi yang ramai saja. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Jenis dan sifat usaha menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi usaha. Apabila anda membuka usaha restoran untuk kalangan atas maka pastikan lingkungan yang sekitar usaha anda adalah tempat-tempat bergengsi. Terutama apabila anda membuka usaha jenis makanan maka pastikan memilih lokasi yang luas dan ramai kendaraan berlalu-lalang. Lokasi yang strategis dan memiliki akses yang mudah untuk dilewati berbagai jenis kendaraan menjadi hal yang perlu di pertimbangan. Berikut adalah 9 strategi memilih lokasi usaha 1. Tingkat kepadatan penduduk sekitar lokasi Usahakan memilih lokasi usaha yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Semakin tinggi kepadatan penduduk di suatu lokasi, maka semakin besar pula potensi pasar sebuah usaha. Coba saja bandingkan pendapatan usaha yang lokasinya di daerah pedesaan dengan usaha yang berada di daerah perkotaan, omset yang diperoleh akan sangat jauh berbeda. 2. Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi Besar pendapatan masyarakat yang ada di sekitar lokasi juga mampu mempengaruhi usaha yang akan Anda bangun. Sebab, tingkat pendapatan masyarakat juga akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen. Jika Anda ingin menjalankan usaha dengan produk yang harganya sedikit tinggi, sebaiknya pilih lokasi yang daya belinya cukup tinggi misalnya di kota – kota besar. Sedangkan bila ingin menawarkan produk dengan harga yang relatif murah, tidak akan jadi masalah jika Anda memilih lokasi usaha yang daya beli masyarakatnya kurang untuk. Karena konsumen di daerah tersebut lebih mementingkan harga murah, dibandingkan memperhatikan kualitas produk yang dijual. 3. Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang lewat Perhatikan trafik lalu lalang kendaraan atau pejalan kaki yang lewat, karena hal ini juga mempengaruhi jenis usaha yang cocok di daerah tersebut. Untuk daerah yang dilalui pejalan kaki, usaha toko kelontong atau usaha minuman dingin cocok untuk dibangun di daerah tersebut. Sedangkan untuk lokasi yang banyak dilalui kendaraan bermotor, bisa mencoba usaha bengkel yang lebih dibutuhkan. Sesuaikan jenis usaha Anda dengan para konsumen yang lalu lalang di lokasi tersebut. 4. Banyaknya usaha yang mendukung lokasi tersebut Semakin banyak usaha yang ada di sekitar lokasi, maka konsumen yang datang ke lokasi tersebut juga semakin ramai. Karena di lokasi tersebut terdapat berbagai macam usaha yang menyediakan produk yang berbeda pula, sehingga para konsumen lebih tertarik datang ke lokasi yang terdapat berbagai macam usaha. Misalnya saja lokasi pasar, atau mall yang selalu ramai pengunjung. 5. Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan dipilih Biasanya lokasi usaha yang ada di keramaian seperti mall, atau di pinggir jalan yang strategis harga sewanya lebih mahal dibandingkan lokasi usaha yang kurang strategis. Untuk itu sesuaikan dana yang Anda miliki, dengan lokasi usaha yang di pilih. Jangan memilih lokasi yang harga sewanya mahal, tetapi ternyata tidak ramai pengunjung. 6. Pilih lokasi usaha yang tingkat kompetisi rendah Jika di lokasi tersebut sudah banyak usaha yang sejenis dengan usaha Anda, sebaiknya lokasi ini dihindari. Namun jika Anda yakin karena posisinya yang sangat strategis, Anda harus siap bersaing dengan menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan usaha Anda dengan usaha lain yang sejenis. 7. Perhatikan pula akses menuju lokasi usaha Usahakan pilih lokasi usaha yang mudah di akses oleh para konsumen. Jika memungkinkan, pilih lokasi usaha yang dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi usaha Anda. 8. Tingkat keamanan yang mendukung Lokasi usaha yang aman juga menambah kenyamanan para konsumen. Mereka tidak akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir, dan bisa meninkmati pelayanan usaha Anda dengan merasa nyaman. Dengan lingkungan yang aman, Anda bisa mengurangi resiko pencurian maupun perusakan yang bisa terjadi pada usaha yang ada di lokasi kurang aman. 9. Perhatikan kebersihan lokasi usaha Konsumen tidak akan mengunjungi sebuah toko, warung ataupun sebuah outlet yang berada di lingkungan kotor atau kumuh. Mereka akan merasa ragu untuk membeli produk Anda. Untuk itu jaga kebersihan lingkungan sekitar Anda, agar konsumen merasa nyaman berkunjung ke lokasi usaha Anda.
Sebelum kita memulai/ merealisasikan suatu bisnis, kita harus menyusun studi kelayakan bisnis terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan bahwa studi kelayakan bisnis ini nantinya bisa digunakan sebagai acuan/ pedoman dalam menjalankan suatu bisnis, apakah layak atau tidak untuk dijalankan. Dalam studi kelayakan bisnis, kita bisa menganalisis bisnis yang kita rencanakan dari berbagai aspek. Nah, dengan adanya analisis aspek tersebut, kita bisa mengetahui apakah bisnis yang kita rencanakan layak atau tidak untuk direalisasikan. Agar kamu tidak bingung terkait dengan aspek-aspek yang ada dalam penyusunan studi kelayakan bisnis, berikut merupakan penjelasannya 1. Aspek Manajemen Dalam aspek manajemen ini berisi tentang penjelasan kegiatan manajemen dari perusahaan tersebut. Hal ini bisa dilihat terkait dengan kesiapan SDM-nya dan nantinya akan di analisis oleh lembaga keuangan bank melalui struktur organisasi dan job description dari perusahaan tersebut. 2. Aspek Pasar dan Pemasaran, Karena di dalam aspek pasar dan pemasaran ini kita bisa tahu bagaimana strategi pemasaran yang digunakan oleh pengusaha dalam menghadapi persaingan bisnis yang ada, bagaimana segmentasi pasar dan pasar sasaran yang digunakan pebisnis dalam meningkatkan pangsa pasar. Dan apakah bisnis yang dijalankan ini akan menghasilkan keuntungan/ laba yang besar atau tidak. 3. Aspek Teknis dan Operasi Aspek ini juga harus dipertimbangkan/ dinilai sebelum memberikan pinjaman kepada pengusaha, yaitu dengan memperhatikan lokasi perusahaan, layout tata letak perusahaan, gambaran produk, proses produksi maupun yang lainnya. 4. Aspek Keuangan Dalam aspek keuangan ini menjelaskan bahwa bagaimana laporan posisi keuangan/ neraca dari perusahaan yang dirintis oleh pengusaha tersebut, pihak bank akan mempertimbangkan dengan melihat laporan arus kasnya cash flow, sumber dananya dari mana, perkiraan kebutuhan dananya berapa, serta proyeksi laba rugi perusahaan tersebut. 5. Aspek Sumber Daya Manusia SDM Kesuksesan suatu perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sebuah proyek bisnis sangat bergantung pada SDM yang solid antara manajer dengan karyawan. Terkini
jelaskan aspek aspek yang harus diperhatikan dalam perencanaan lokasi usaha